Jumat, 27 November 2015

                                                   Perjuangan Dengan Gerilya

     Jendral Soedirman berangkat dengan keadaan fisik sangat lemah. Rombongannya terdiri atas dua ajudan dan satu dokter pribadi (Dr. Suwondo), satu kompi pasukan pengawal, ditambah beberapa orang yang bukan anggota staf pribadi Jendral Soedirman antara lain Mohammad Yunus dan Harsono Tjo Kroaminoto. Ajudan yang pertama bersama dokter pribadi bertugas mengawasi kondisi kesehatan Jendral Soedirman, sedangkan ajudan lainnya, Kapten Soepardjo Rustaman, menjalin hubungan dengan markas komando di daerah-daerah yang akan dilalui rombongan Jendral Soederman. Bertindak sebagai komando kompi pengawal adalah Kapten Tjokropranolo.



     Pada saat terakhir bergeriliya, kesehatan panglima besar Jendral Soedirman semakin menurun sehingga beliau terpaksa harus terus ditandu untuk meneruskan geriliya.



     Setelah bergeriliya selama hampir tujuh bulan, akhirnya pada 10 Juli 1949 Panglima Besar Soedirman kembali ke Yogyakarta. Hal ini dimungkinkan karena telah diperoleh kesepakatan mengenai pokok-pokok pelaksanaan gencatan senjata dan kembalinya pemerintah RI ke Yogyakarta pada 22 Juni 1949 sesuai dengan hasil dari perjanjian Roem-Royen yang telah ditanda tangani pada 7 Mei 1949.



     Dalam perjalanan kembali ke Yogyakarta Panglima Besar Jendral Soedirman beserta rombongan mendapat sambutan yang hangat dari rakyat disetiap desa yang dilaluinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar