1.
Pengertian Virus
Para ahli
biologi mengemukakan bahwa virus merupakan peralihan antara makhluk hidup dan
benda mati. Dikatakan benda mati karena dapat dikristalkan, sedangkan dikatakan
makhluk hidup karena dapat berkembag biak.
Virus juga memberikan pengaruh banyak pada dunia kesehatan dan
bioteknologi seperti pembuatan vaksin sampai ke peranan yang merugikan manusia,
hewan, dan tumbuhan.
a.
Sejarah Penemuan Virus
Virus merupakan
jasad renik yang hanya dapat dilihat dengan bantuan mikrosop. Mulanya jasad
renik atau objek-objek yang berukuran sangat kecil dimulai sejak ditemukannya
mikrosop oleh Anthony Van Leeuwenhoek
(1632-1723). Mikrosop pertama mampu melihat perbesaran objek hingga 150 kali
ukuran asli. Dengan berbagai teknik dan susunan lensa yang semakin disempurakan
mikrosop cahaya mampu melihat objek hingga perbesaran 1000 kali. Perkembangan
pesat tentang mikrosop mengantarkan pada penemuan mikrosop electron yang dapat
melihat objek mikroskopis seperti virus dengan lebih rinci. Penemuan virus
dimulai tahun 1882 dengan adanya penyakit yang menimbulkan bintik kekuningan
pada daun tembakau.
Ilmuan Jerman
bernama Adolf Mayer melakukan
percobaan dengan meyemprotkan getah tanaman tembakau yang sakit pada tanaman
yang sehat, ternyata tanaman sehat menjadi tertular. Pada tahun 1897, Martinus Beijerinck ahli mikrobiologi
Belanda menemukan fakta bahwa partikel mikrokopis yang menyerang tembaku dapat
bereproduksi pada tanaman tembakau, tetapi tidak dapat dibiakan pada medium
pertumbuhan bakteri. Fakta lainnya menunjukan bahwa partikel tersebut tidak
mati dimasukkan dalam alkohol berbeda dengan bakteri yang mati ketika
dimasukkan ke dalam alkohol.
·
Ciri-ciri umum virus:
a.
Memiliki sifat yang mirip dengan parasit
obligat, yaitu hanya dapat hidup dan berkembang biak dalam sel hidup
b.
Virus bersifat aseluler (tidak memiliki sel)
c.
Virus hanya memiliki salah satu macam asam
nuleat RNA saja atau DNA saja
d.
Virus umumnya berupa hablur (Kristal)
e.
Virus berukuran lebih kecil daripada bakteri,
yaitu berkisar antara 20 milimikron sampai 300 milimikron. Mikrosop electron
dapat mendeteksinya dengan perbesaran 50.000 kali
f.
Virus tidak bergerak, tidak membelah diri, tidak
dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa dan dapat dikristalkan
g.
Virus hanya membutuhkan asam nukleat untuk
bereproduksi dan tidak melakukan aktivitas metabolism di dalam tubuhnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar